RIO DE JANEIRO, RABU - Romario dihukum selama 120 hari tak boleh bermain karena terbukti menggunakan doping pada sebuah pertandingan di Liga Brasil. Keputusan itu diambil pengadilan Rio de Janeiro, Selasa atau Rabu (19/12) waktu Indonesia.
Tiga dari lima juri pengadilan olahraga mendukung vonis tersebut. Striker gaek yang ikut membawa Brasil juara Piala Dunia 1994 itu terbukti menggunakan zat finasteride saat memperkuat Vasco da Gama lawan Palmeiras, 28 Oktober lalu. Zat tersebut bertentangan dengan pasal 244 kode etik olahraga negeri itu.
Zat itu berada di tubuh Romario karena terkandung dalam obat antibotak yang dia minum. Pengacaranya meminta hakim juga mempertimbangkan jasa-jassa dan prestasi Romario, sebelum membuat keputusan. Namun, hukuman 120 hari tetap dijatuhkan. Ini termasuk hukuman minimal, sedangkan hukuman maksimal selama 130 hari.
Hukuman selama itu bisa mengakhiri karier Romario. Pemain yang umurnya sudah berkepala empat itu tercatat oleh FIFA sudah mencetak 929 gol. Namun, dia mengklaim sudah membukukan 1000 gol, termasuk gol yang dia cetak di pertandingan amatir maupun tak resmi.
Karena hukuman itu, Romario juga tak bisa bermain dalam turnamen di Dubai (Uni Emirat Arab) yang diikuti klubnya, Vasco da Gama, pada Januari 2008. Dia juga tak bisa mengikuti turnamen Rio de Janeiro, Guanabara Cup.
Sebelumnya, defender Marcao juga mendapat hukuman yang sama karena kedapatan menggunakan zat yang sama pula. Marcao juga beralasan, zat itu berada dalam tubuhnya karena dia meminum obat antibotak. (AP)
==============================================================
MU Disorot Karena Kasus Pemerkosaan MANCHERSTER, RABU - Para pemain Manchester United (MU) sedang mendapat sorotan tajam dari masyarakat Inggris. Ini terkait dengan pengaduan pemerkosaan terhadap gadis 26 tahun di sebuah hotel. Sebab, pada saat bersamaan hotel itu dipakai pesta dan banyak pemain MU yang menghadirinya. Kejadiannya di Hotel Great John Street sekitar Selasa (18/12) pagi. Lokasi hote itu berdekatan dengan sekolah Victorian. Menurut manajer hotel, hotel tersebut sudah di-booking untuk pesta pribadi. Ketika dikonfirmasi, polisi membenarkan adanya laporan mpemerkosaan terhadap gadis 26 tahun di hotel tersebut. Namun, polisi belum berani memberi jawaban apakah ada pemain MU yang terlibat dalam pemerkosaan itu. Seorang sumber di hotel itu yang tampak mengetahui persoalan, juga tak berani memberi banyak penjelasan. Dia hanya mengatakan, "Kami hanya bertugas membantu polisi melakukan penyelidikan." Sementara, pihak Manchester United juga menolak memberi komentar tentang hal itu. Beberapa pemain MU memang menghadiri pesta tersebut. Mereka tampaknya merayakan kemenangan timnya dalam big match lawan Liverpool, Minggu (17/12). Seorang juru bicara polisi Manchester menjelaskan, pihaknya langsung menangani pengaduan pemerkosaan. Perkara siapa saja yang terlibat, kini sedang dalam penyelidikan. "Kami sedang dan terus menginterograsi beberapa orang," ujarnya singkat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar